Rss Feed

Keterkaitan antara keikhlasan dan kesetiaan


Assalamu’alaikum wr wb.

Setelah sekian lama saya jarang/bahkan tidak pernah lagi mengisi coretan dib log ini. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah coretan tentang keikhlasan saya menghadapi hidup ini. Hal ini terinspirasi dari teman chat saya yang berinisial JT,dia pernah bertanya kepada saya “vhie tolong buatkan tulisan tapi bukan seekdar kata-kata tentang bagaiman sih menurut kamu kiat menghadapi sebuah keikhlasan” dari situ saya langsung terfikir untuk membuat coretan tentang keikhlasan hati saya dan sekeliling saya menghadapi hidup.

Sebenarnya saya malu dan tidak mempunyai keberanian untuk menuliskan coretan ini di blog saya, Tapi setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk menaruh coretan ini dib log saya karena supaya bias dijadikan referensi atau bahkan sekedar pengetahuan bagi pembaca.

Bagian peratma (1)

Keikhlasan di dalam rumah tangga

Banyak orang yang gembar gembor membicarakan kesetiaan, padahal kesetiaan itu tumbuh di dalam hati nurani kita yang paling dalam…………………………………………

Bagi saya keikhlasan tidak jauh beda dari kesetiaan. Seseorang bisa dikatakan setia pada pasangannya,bukan tidak lain karena dia ikhlas menerima kelebihan dan kekurang pasangannya.

Apabila sudah begitu pasti akhirnya dalam menjalani bahtera rumah tangga insyaallah akan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah,diman tergambarkan pada teori-teori ilmuwan dan bahkan keluarga rasulullah yang damai, sejahtera, sentosa, dan bahagia. Apalagi setelah dikaruniai seorang anak yang merupakan sebuah titipan illahi pasti semakin lengkap kebahagiaan mereka.

Namun kenyataanya tidak sesuai denagn penjabaran seperti di atas, ini menurut pengalaman dari sekeliling saya sendiri (meskipun saya belum menikah) bahwa keikhlasan setelah berumah tangga itu bisa luntur. Dan dampak dari itu adalah tiadanya lagi kesetiaan, yang ada hanya kedustaan, penghianatan dan bahkan kebohongan.

Seperti contoh nyata sebagai berikut:

Seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai dua anak pernah menyampaikan (mengeluh) bahwa dia sangat menyesal kenapa ida menikah dan mempunyai anak dari perkawinanya dengan pasangannya.

Hal itu kurang releflan denagn akibat dari lunturnya kesetiaan sang suami yang telah tergoda denagn WIL(wanita idaman lain) yang menurut si pasangan ini wil tersebut bisa menerima dia denagn keikhlasan,tetapi saya juga tidak emnyalahkan sang suami tersebut karena kedua-duanya pun bersalah, hal itu lagi-lagi karena tidak adanya keikhlasan dalam rumah tangga.

Menurut saya hal tersebut bisa di tanggulangi dengan cara keterbukaan dan saling percaya kedua belah pihak yang bersangkutan, mengingat bahwa mereka sama-sama sudah dewasa (dan menurut saya hal itu sudah sepatutnya ada, dikarenakan sifat kedewasaa yang menyatukan dan menumbuhkan keberanian mereka untuk menjalin sebuah ruamh tangga)

Seperti sebuah coretan puisi berikut:

Andai semua kisah cinta

Selalu berakhir bahagia

Tidak sedih dan kecewa

Tiada risau dan gundah

Pasti……….terasa indah

Bila saja kita semua

Berakhir elok dan sempurna

Takkan sakit dan terluka

Takkan buruk semuanya

Pasti………terlihat indah

Andai mimpi ini

Mampu menjadi nyata

Pasti……….semua menjadi indah

Andaikan air mata

Takkan pernah terjatuh lagi

Dan cemburu dalam hati

Takkan mungkin terjadi

Andaikan tiada lagi

Rasa dusta dan curiga

Anadikan iri hati

Hialng tanpa terasa

Mingkin semua bernyanyi

Senandung kasih

Lagu terindah…………………..

Bagian kedua (2)

Keikhlasan dalam persahabatan

Seperti ahlnya dalam rumah tangga atau keluarga. Keikhlasan dalam persahabatan pun tak luput dari kesetiaan, rela menerima apa adanya tanpa memandang asal usul dia, keluarga dia, status,dan bahkan fisik dia tetapi kita harus melihat seberapa setianya dia kepada kita dan kita pun harus berkonsekwensi bahwa kita harus setia kawan kepada mereka.

Karena menurut saya persahabatan yang disari oleh keikhlasan itu akn membuahkan hasil yang insyaallah sangat besar.

Seperti orang jawa mengatakan “okeh konco okeh rejeki (semakin banyak temen insyaallah banyak rejeki)” Hal ini bisa di lihat dikala kita sedang di hadapkan pada suatu masalah pasti kita larinya pada teman (sharing/curhat). Mungkin ada juga yang langsung sharing kepada orang tua tapi kebanyakan kita malu atau enggan bercerita

Kepada orang tua, alhasil kita berlari kepada siapa lagi kalu bukan pada teman.

Bagiku teman lebih daripada pacar,ya……..lebih daripada pacar. Saya bisa berkata seperti itu karean berawal dari pengalaman, banyak teman-teman bahkan mantan-mantan saya (ehem…..) yang ternyata mau berteman dekat dengan saya hanya karena sesuatu hal (ada udang di balik batu) teman yang saya anggap sangat perhatian dan pengertian bahkan dia mau meneriam saya apa adanya denagn segala kelemahan dan kelebihan saya ternyata tega memanfaatkan semua itu, demi mendapatkan materi.

Itu sanagt jelas sekali bahwa dia tidak ikhlas berteman dengan saya.

Teman………………???

Apa itu teman

Datang pada saat aku senang

Pergi pada saat aku susah.

Sahabat…………..???

Apa itu sahabat

Srigala berbulu domba

Pagar makan tanaman.

Hey,kawan…..???

Masih pantaskah

kau ku panggil kawan?

Lain bibir lain hati

Lain sekarang lain kemarin

Semua dusta.

Hey, sahabat………..???

Masih sudikah

aku memanggilmu sahabat?

Aku gak tahu

Seribu kali kau hianati

Seribu kali pula maaf ku beri.

Tidak hanya dalam persahabatan tetapi adlam segi percintaan (asmara) pun keikhlasan sering di uji seperti cerita berikut:

Ada seorang laki-laki yang menaruh hati pada seorang wanita yang membuatnay tertarik, denagn segala cara dilakukan untuk mendapatkan si wanita setelah di dapat dia merasa bahwa apa yang dia dapat sekarang belum sempurna dan penyesalanpun dating menghampiri. Dia dengan tanpa dosa meninggalkan si wanita yang sangat mencintainya yang ikhlas menerima dia dengan segala kelemahan dan kelebihannya,hanya demi satu alas an yang tidak relefan yaitu penyesalan karena kurangnya kesempurnaan.

Yang kita tahu kesempurnaan bukanlah segalanya.

“the only way to love is not finding the perfect person, but by loving the in perfectly (satu-atunya jalan untuk menemukan cinta bukanlah bagaimana menemukan orang yang sempurna,namun mencintai orang yang tidak sempurna denagn amat sempurna)”

Mungkin sebatas itu saja saya panjang lebar mengeluarkan unek-unek saya tentang keikhlasan yang di lihat dari segi keluarga, persahabatan, dan bahkan percinatan.

Dan bagi para pembaca yang sudi membaca coretan saya ini yang sudah saya anggap sebagai teman saya sendiri meskipun saya belum mengenal (hehe…..) saya hanya bisa mengucapkan terima kasih denagn puisi di bawah ini:

tiada kata indah yang bisa aku tuliskan

Hanya kata-kata ini ayng bisa aku tuliskan

Karena aku bukan pujangga

Yang pandai merangkai kata

Aku hanya makhluk ayng bisa berkata “apa adanya”

Cintaku,terima kasih atas segalanya

Sosokmu akan selalu ada dalam ingatan

Jika waktu mengizinkan

Walau hanya sekejap,

Aku ingin memandang

Tapi apalah daya

Waktu jua yang memisahkan

Sahabat……………………..

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Vhie*2

0 komentar:

Posting Komentar

makacieh za dah sudi membaca coretan ku ini......