
Jika bisa, tentunya semua orang lebih memilih menjadi burung. Burung bias terbang, burung bias pergi kemana pun yang ia suka dan melihat semua yang ingin dilihat.
Tapi bagaimana jika ia terlahir sebagai sebuah pohon ? pohon tidak bisa bergerak, tidak bisa terbang, dan tertancap pada tempatnya selama masa hidupnya. Sebenarnya menjadi pohon bukanlah sesuatu yang buruk. Jika pohon berusaha lebih keras menghujam akarnya jauh ke dalam tanah, maka ia punya kesempatan untuk dapat tumbuh lebih tinggi dan lebih besar.
Jika ia tumbuh lebih tinggi danlebih besar, maka dia akan punya banyak daun, bunga, dan buah. Dengan daun yang banyak, pohon bisa memproduksimakananya sendiri sehingga tak harus terbang mencari seperti burung. Pohon juga menghasilkan oksigen yang sangat berguna bagi kelangsungan hidup makhluk-makhluk hidup lainnya. Jika ia tumbuh besar, rindang daunnya dan bisa menaungi daerah sekitar tempat ia berdiri.
Burung-burung akan bersarang di dahannya ataupun datang sekedar untuk mencari makanan. Pohon menciptakan tempat yang baik bagi makhluk hidup lain, termasuk kita manusia. Pohon memang tidak punya sayap untuk terbang, tetapi apa yang tidak dimilikinya tidak menghentikan pohon untuk tetap menjadi sesuatu yang mengagumkan.
Perumpamaan pohon adalah kita yang hidup denagn keterbatasan ataupun hidup denagn “kebutuhan khusus”. Kekurangan bagi kita bukan suatu alasan untuk berbuat ataupun tidak menjadi sesuatu. Kuncinya adalah menerima kekurangan diri kita dan mulai mengenali apa yang kita miliki. Insayaallah akan menjadikan kita sesuatu yang hebat dan bermanfaat, amien.
Seperti sahabat saya Faisal Ismail, yang bisa menghasilkan untuk menghidupi keluarganya meskipun ia tergantung pada kursi roda, hanya dengan duduk manis di depan komputer dia kini menjadi seorang internet marketer yang menghasilkan uang yang banyak tiap harinya. Tentunya semua itu (kesuksesan) tidak datang begitu saja. Perlu adanya dukungan dan kerja keras terus-menerus. Jadi lakukanlah hal yang terbaik meski dalam keterbatasan kita.
“ Tuhan tidak akan mengubah nasib umatNya, apabila umatNya itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri “

0 komentar:
Posting Komentar
makacieh za dah sudi membaca coretan ku ini......