persahabatan
adalah dia yang menghampiri kita ketika seluruh dunia menjauh
Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata
Saat tangan terluka, mata menangis
Saat mata menangis, tangan menghapusnya.
Jadilah sebatang pohon

Jika bisa, tentunya semua orang lebih memilih menjadi burung. Burung bias terbang, burung bias pergi kemana pun yang ia suka dan melihat semua yang ingin dilihat.
Tapi bagaimana jika ia terlahir sebagai sebuah pohon ? pohon tidak bisa bergerak, tidak bisa terbang, dan tertancap pada tempatnya selama masa hidupnya. Sebenarnya menjadi pohon bukanlah sesuatu yang buruk. Jika pohon berusaha lebih keras menghujam akarnya jauh ke dalam tanah, maka ia punya kesempatan untuk dapat tumbuh lebih tinggi dan lebih besar.
Jika ia tumbuh lebih tinggi danlebih besar, maka dia akan punya banyak daun, bunga, dan buah. Dengan daun yang banyak, pohon bisa memproduksimakananya sendiri sehingga tak harus terbang mencari seperti burung. Pohon juga menghasilkan oksigen yang sangat berguna bagi kelangsungan hidup makhluk-makhluk hidup lainnya. Jika ia tumbuh besar, rindang daunnya dan bisa menaungi daerah sekitar tempat ia berdiri.
Burung-burung akan bersarang di dahannya ataupun datang sekedar untuk mencari makanan. Pohon menciptakan tempat yang baik bagi makhluk hidup lain, termasuk kita manusia. Pohon memang tidak punya sayap untuk terbang, tetapi apa yang tidak dimilikinya tidak menghentikan pohon untuk tetap menjadi sesuatu yang mengagumkan.
Perumpamaan pohon adalah kita yang hidup denagn keterbatasan ataupun hidup denagn “kebutuhan khusus”. Kekurangan bagi kita bukan suatu alasan untuk berbuat ataupun tidak menjadi sesuatu. Kuncinya adalah menerima kekurangan diri kita dan mulai mengenali apa yang kita miliki. Insayaallah akan menjadikan kita sesuatu yang hebat dan bermanfaat, amien.
Seperti sahabat saya Faisal Ismail, yang bisa menghasilkan untuk menghidupi keluarganya meskipun ia tergantung pada kursi roda, hanya dengan duduk manis di depan komputer dia kini menjadi seorang internet marketer yang menghasilkan uang yang banyak tiap harinya. Tentunya semua itu (kesuksesan) tidak datang begitu saja. Perlu adanya dukungan dan kerja keras terus-menerus. Jadi lakukanlah hal yang terbaik meski dalam keterbatasan kita.
“ Tuhan tidak akan mengubah nasib umatNya, apabila umatNya itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri “
Renungan hati seorang pemberontak

Sejauh kaki melangkah,menapak jalan kehidupan, selalu terpikirkan dalam benakku, untuk dapatkan apa mau ku, ego yang begitu besar membuatku, tak pedulikan sekitar ku, hingga ku tak pernah percaya, mereka selalu ada untuk ku, sendiri merenungi, begitu banyak persoalan yang menghantam kehidupanku, seperti ombak yang menghantam batu karang di pinggir lautan, sendiri ku termenung, kadangku tak mampu melawan ombak tersebut, kadang aku ikut terseret dalam lautan dosa, atau bahkan sering dengan sengaja masuk kelubang dosa tersebut…... lalu bagaimana aku kembali menikmati pantai, terlepas dari gulungan ombak yang membelenggu jiwa, ku jawab nikmatnya keindahan pantai, dengan angin yang sepoi, hilangkan tanya "Mengapa hanya begini..???" sujud syukurlah dengan yang ada.....
dari seorang gadis yang dengan hati iklhlas dan murni mencurahkan apa yang di rasakan dalam uraian puisi, sanggup ku mengerti akan arti hidup, cukup sulit bagi manusia untuk dapat hidup tulus dan lurus tanpa kita sesekali berontak pada kejadian yang ada.
hanya itu saja terima kasih atas segalanya....
"DIA" itu adalah "AKU"
Yang aku tuliskan dan aku ceritakan disini bukan apa-apa,untuk siapa-siapa tapi ini hanya curahan hati seorang DIA.
DIA seseorang yang anggap kurang dari sempurna atau bahkan sangat jauh dari sempurna, meskipun Tuhan telah menciptakan semua umatnya di dunia dengan segala kesempurnaan.
DIA seorang makhluk yang diciptakan Allah dari setetes mani yang kemudian tumbuh menjadi segumpal darah dan di akndung oleh seorang wanita yang bernama ibu selama 9 bulan, yang pada akhirnya lahirlah sesosok manusia yang lengkap dengan nyawa dan segala kesempurnaanya.
Dia adalah “manusia biasa yang tak pernah lepas dari khilaf untuk mengubah segalanya menjadi indah…………………” itulah sepenggal syair lagu manusia biasa yang di nyanyikan oleh group band radja.
Memang ada benarnya bahwa dia juga pernah bahkan selalu ingin mengubah apa yang telah didapatinya selama ini,sesuai denagn keinginannya, selalu berusaha mendapatkan apa yang menjadi kehendaknya, meskipun dia sudah mendapatkan yang lebih (sifat manusia yang tidak pernah puas denagn apa yang telah dimilikinya sekarang). Begutu halnya Dia yang selalu tidak puas dengan segala yang di milikinya selama ini.
Dia ingin hidup lebih lama bersama orang-orang yang dia sayangi, yang peduli padanya, yange menyayanginya, menerima dia apa adanya. Dan juga orang yang (mungkin dan pasti ada) membencinya, tidak menyukainya.
Dia pernah kecewa atas kehidupan cintanya, dia pernah membuang cinta hingga tidak mempercayai cinta itu ada baginya, dia minder karena merasa tiada kelebihan pada dirinya, dia pernah merasa sendiri karena sahabat-sahabatnay menjauh pergi meninggalkanya, dia pernah merasa menjadi anka yang telah mengecawakan orang tuanya, dia pernah membuat keputusan “bodoh” dalam hidupnya akibat keputus asaanya.
Dia yang sekarang percaya cinta itu ada, dia yang yakin akan ada masa indah bagi kehidupan cintanya, dia yang sekarang tidak merasa kesepian lagi, dia yang berusaha mencintai, dia yang takut menyakitimu, dia yang tidak ingin membuatmu marah, membuatmu terluka, dia yang tidak ingin kamu merasa sendiri, dia yang ingin selalu melukiskan senyuman di wajahmu, dia yang selalu ingin menggenggam tanganmu, dia yang merasa bahagia saat kau ada.
Tahukah kau siapa dia??? “DIA” itu “AKU”.
Seseorang yang selalu dekat denganmu, orang yang telah melewati suka dan duka bersamamu, seseorang yang selama ini mendengarkan setiap keluh kesahmu, selalu hadir disaat kau membutuhkanya untuk sekedar meluapkan isi hati, seseorang yang selama ini sebenarnay menaruh hati padamu, yang rela terluka setiap kau bercerita tentang si ABCD yang rela menanggung sakit hati karena kau tidak pernah sedikitpun memberikan perhatianmu, orang itulah aku………….aku adalah sahabatmu, sahabat yang sedari dulu setia menemanimu.
Aku juga sebenarnya bingung atas apa yang aku rasakan terhadapmu, aku menyayangimu, tapi sebagai apa?? “teman, teman dekat, kakak, adik, atau bahkan sesungguhnya………inginku, buakn hanya menjadi teman atau sekedar sahabatmu, mungkinkah a mengharapkan hal yang lebih??”
Entahlah ……sepertinya kata naïf itu benar :
“Aku tak tahu apa yang terjadi antara aku dan kau, yang aku tahu pasti……..aku sangat mencinatimu”, meskipun kau hanya mengharapkan aku sekedar emnjadi sahabatmu……..aku pun mengerti keadaan ini, jauh di dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku masih mengharapkan kesediaanmu untuk menjadikanku bukan sekedar sahabat bagimu melainkan seseorang yang akan selalu berada di dekatmu hingga akhir nanti, Amien…………
“untuk sahabatku, you are my best friend……..”
berontak

Berontak
Aku terkekang dalam kepenatan jiwa
Tak athan harus berbuat apa?
Hati terasa menjerit, tapi otak kecilku menghalangi
Ingin beban hati ku ungkap
Tapi kepada siapa aku tak tahu?
Aku berusaha tawa dalam tangis
Berusaha senyum dalam kebimbangan
Berusaha tegar dalam keputus asaan
Yang kian memadati jiwa,
Mendesak otak dan pikiran
Ingin aku menjerit “Aku tak tahan !!”
Tapi semua hanya keinginan.
Keterkaitan antara keikhlasan dan kesetiaan

Assalamu’alaikum wr wb.
Setelah sekian lama saya jarang/bahkan tidak pernah lagi mengisi coretan dib log ini. Kali ini saya ingin menuliskan sebuah coretan tentang keikhlasan saya menghadapi hidup ini. Hal ini terinspirasi dari teman chat saya yang berinisial JT,dia pernah bertanya kepada saya “vhie tolong buatkan tulisan tapi bukan seekdar kata-kata tentang bagaiman sih menurut kamu kiat menghadapi sebuah keikhlasan” dari situ saya langsung terfikir untuk membuat coretan tentang keikhlasan hati saya dan sekeliling saya menghadapi hidup.
Sebenarnya saya malu dan tidak mempunyai keberanian untuk menuliskan coretan ini di blog saya, Tapi setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk menaruh coretan ini dib log saya karena supaya bias dijadikan referensi atau bahkan sekedar pengetahuan bagi pembaca.
Bagian peratma (1)
Keikhlasan di dalam rumah tangga
Banyak orang yang gembar gembor membicarakan kesetiaan, padahal kesetiaan itu tumbuh di dalam hati nurani kita yang paling dalam…………………………………………
Bagi saya keikhlasan tidak jauh beda dari kesetiaan. Seseorang bisa dikatakan setia pada pasangannya,bukan tidak lain karena dia ikhlas menerima kelebihan dan kekurang pasangannya.
Apabila sudah begitu pasti akhirnya dalam menjalani bahtera rumah tangga insyaallah akan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah,diman tergambarkan pada teori-teori ilmuwan dan bahkan keluarga rasulullah yang damai, sejahtera, sentosa, dan bahagia. Apalagi setelah dikaruniai seorang anak yang merupakan sebuah titipan illahi pasti semakin lengkap kebahagiaan mereka.
Namun kenyataanya tidak sesuai denagn penjabaran seperti di atas, ini menurut pengalaman dari sekeliling saya sendiri (meskipun saya belum menikah) bahwa keikhlasan setelah berumah tangga itu bisa luntur. Dan dampak dari itu adalah tiadanya lagi kesetiaan, yang ada hanya kedustaan, penghianatan dan bahkan kebohongan.
Seperti contoh nyata sebagai berikut:
Seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai dua anak pernah menyampaikan (mengeluh) bahwa dia sangat menyesal kenapa ida menikah dan mempunyai anak dari perkawinanya dengan pasangannya.
Hal itu kurang releflan denagn akibat dari lunturnya kesetiaan sang suami yang telah tergoda denagn WIL(wanita idaman lain) yang menurut si pasangan ini wil tersebut bisa menerima dia denagn keikhlasan,tetapi saya juga tidak emnyalahkan sang suami tersebut karena kedua-duanya pun bersalah, hal itu lagi-lagi karena tidak adanya keikhlasan dalam rumah tangga.
Menurut saya hal tersebut bisa di tanggulangi dengan cara keterbukaan dan saling percaya kedua belah pihak yang bersangkutan, mengingat bahwa mereka sama-sama sudah dewasa (dan menurut saya hal itu sudah sepatutnya ada, dikarenakan sifat kedewasaa yang menyatukan dan menumbuhkan keberanian mereka untuk menjalin sebuah ruamh tangga)
Seperti sebuah coretan puisi berikut:
Andai semua kisah cinta
Selalu berakhir bahagia
Tidak sedih dan kecewa
Tiada risau dan gundah
Pasti……….terasa indah
Bila saja kita semua
Berakhir elok dan sempurna
Takkan sakit dan terluka
Takkan buruk semuanya
Pasti………terlihat indah
Andai mimpi ini
Mampu menjadi nyata
Pasti……….semua menjadi indah
Andaikan air mata
Takkan pernah terjatuh lagi
Dan cemburu dalam hati
Takkan mungkin terjadi
Andaikan tiada lagi
Rasa dusta dan curiga
Anadikan iri hati
Hialng tanpa terasa
Mingkin semua bernyanyi
Senandung kasih
Lagu terindah…………………..
Bagian kedua (2)
Keikhlasan dalam persahabatan
Seperti ahlnya dalam rumah tangga atau keluarga. Keikhlasan dalam persahabatan pun tak luput dari kesetiaan, rela menerima apa adanya tanpa memandang asal usul dia, keluarga dia, status,dan bahkan fisik dia tetapi kita harus melihat seberapa setianya dia kepada kita dan kita pun harus berkonsekwensi bahwa kita harus setia kawan kepada mereka.
Karena menurut saya persahabatan yang disari oleh keikhlasan itu akn membuahkan hasil yang insyaallah sangat besar.
Seperti orang jawa mengatakan “okeh konco okeh rejeki (semakin banyak temen insyaallah banyak rejeki)” Hal ini bisa di lihat dikala kita sedang di hadapkan pada suatu masalah pasti kita larinya pada teman (sharing/curhat). Mungkin ada juga yang langsung sharing kepada orang tua tapi kebanyakan kita malu atau enggan bercerita
Kepada orang tua, alhasil kita berlari kepada siapa lagi kalu bukan pada teman.
Bagiku teman lebih daripada pacar,ya……..lebih daripada pacar. Saya bisa berkata seperti itu karean berawal dari pengalaman, banyak teman-teman bahkan mantan-mantan saya (ehem…..) yang ternyata mau berteman dekat dengan saya hanya karena sesuatu hal (ada udang di balik batu) teman yang saya anggap sangat perhatian dan pengertian bahkan dia mau meneriam saya apa adanya denagn segala kelemahan dan kelebihan saya ternyata tega memanfaatkan semua itu, demi mendapatkan materi.
Itu sanagt jelas sekali bahwa dia tidak ikhlas berteman dengan saya.
Teman………………???
Apa itu teman
Datang pada saat aku senang
Pergi pada saat aku susah.
Sahabat…………..???
Apa itu sahabat
Srigala berbulu domba
Pagar makan tanaman.
Hey,kawan…..???
Masih pantaskah
kau ku panggil kawan?
Lain bibir lain hati
Lain sekarang lain kemarin
Semua dusta.
Hey, sahabat………..???
Masih sudikah
aku memanggilmu sahabat?
Aku gak tahu
Seribu kali kau hianati
Seribu kali pula maaf ku beri.
Tidak hanya dalam persahabatan tetapi adlam segi percintaan (
Yang kita tahu kesempurnaan bukanlah segalanya.
“the only way to love is not finding the perfect person, but by loving the in perfectly (satu-atunya jalan untuk menemukan cinta bukanlah bagaimana menemukan orang yang sempurna,namun mencintai orang yang tidak sempurna denagn amat sempurna)”
Mungkin sebatas itu saja saya panjang lebar mengeluarkan unek-unek saya tentang keikhlasan yang di lihat dari segi keluarga, persahabatan, dan bahkan percinatan.
Dan bagi para pembaca yang sudi membaca coretan saya ini yang sudah saya anggap sebagai teman saya sendiri meskipun saya belum mengenal (hehe…..) saya hanya bisa mengucapkan terima kasih denagn puisi di bawah ini:
“tiada kata indah yang bisa aku tuliskan
Hanya kata-kata ini ayng bisa aku tuliskan
Karena aku bukan pujangga
Yang pandai merangkai kata
Aku hanya makhluk ayng bisa berkata “apa adanya”
Cintaku,terima kasih atas segalanya
Sosokmu akan selalu ada dalam ingatan
Jika waktu mengizinkan
Walau hanya sekejap,
Aku ingin memandang
Tapi apalah daya
Waktu jua yang memisahkan
Sahabat……………………..
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr wb.
Vhie*2
