Malam ini terasa sangat membetekan (hah…paan tuh) bete yang sudah mencapai level 4, banyangin aja loe………gimana rasanya. Denga tubuhku yang mungil ini, semungil anak gajah yang berumur 10 tahun, ehem……….aku terjebak dalam dunia beteland, dimana semua penghuninya sangat-sangat membetekan (aku suka banget dengan kata-kata itu). Aku sudah berada di dunia ini (beteland) sudah hamper 5 jam, ditemani denagn kurcaci-kurcacikecil yang semua mukanya hamper mirip orang-orangan sawah, aku hanya duduk manis dengan muka memelas karena menahan rasa laper yang begitu maha dahsyat busyeett. Rasa bete-ku udah nggak bisa di ajak kompromi lagi, yang kini bertambah menjadi suntuk, bosen, dan kawan-kawanya itu berkepanjangan. Dan hal ini sudah pasti aku terjangkit penyakit betenitipus dimana penyakit yang meneyebabkan penderitanya kehilangan keceriaan dan mengakibatkan system kerja syaraf-syaraf motorik dan otak kiri mati kaku karena ngadat.
Aku mengerahkan segala kemampuan yang kumiliki berupa ajian-ajian dan jurus-jurus yang aku dapatkan dari berguru denagn mbah Darmo di gunung sumbing selama 10 tahun, untuk memeberantas pasukan-pasukan betepus yang di komandoni oleh raja betetex dari kerajaan beteland untuk menjatuhkan aku. Tapi kayaknya perjuanganku sia-sia dan percuma deh, karena mataku sudah 5 watt, itu artinya efek dari virus betenitipus sudah menjalar ke mata, sehingga aku merasakan kantuk yang sangat amat pak rohmat dan engkong somat ikut-ikutan ngantuk (nggak nyambung).
Penderitaanku nggak sampai disitu, pantatku yang daritadi menduduki kursi yang tadinya dingin sedingin es batu kini berubah menjadi panas sepanas kursi DPR. Sehingga membuat terkikisnya kulit dan pori-pori di pantatku yang mengakibatkan tepos (dalam bahasa jawa, unutk julukan orang yang nggak mempunyai bokong atau berbokong tipis) “maaf bukan maksud hati untuk berkata tidak sopan, tapi ini adalah sebuah kenyataan”.
Tapi aku masih bisa bertahan bukan karena aku ini kuat melainkan karena konsekwensiku berada disini. Kalau boleh aku ingin berteriak “aku pengen pulaaaaaaaaang….!!” Dan bahkan bokongku pun kalau bisa berkata, dia bakal ngomong “bos cepetan bangun dunk bos, dah pegel neh!!” (hahaha garing ya??).
Jam 21.00 itu tandanya masih 1 jam lagi aku harus berada disini, di neraka bagi kaum-kaum yang nggak sabaran dan menjadi ajang buktikesabaran kita, seberapa besarkah kesabaran kita menghadapi kebetean ini. Terutama aku yang emang mempunyai sifat nggak sabaran yang menganggap malam ini adalah malam dimana aku harus mengeluarkan ajianku dan hal itu sangat menguras pikiran, tenaga, waktu, dan juga duit, karena aku sudah menghabiskan 4 botol coca-cola itupun masih ngutang lagi. Karena memang hari ini Tuhan nggak berpihak padaku, entah peraturan yang mana yang telah aku langgar sehingga dia murka padaku (waduh dramatis banget) “Tuhan, cepetin jam nya dunk, aku udah nggak tahan neh Tuhan…..plis ??” kalau aku berada ditengah hutan atau di tengah laut, teriakan itu sudah pasti aku keluarkan, tapi berhubung aku tidak berada di hutan maupun laut makanya aku tahanin aja. Aku masih setia menanti keajaiban yang akan membuat aku pergi meninggalkan situasi ini. Sayangnya sampai detik ini belum ada tanda-tanda keajaiban itu dating, masih begini-begini aja tuh, huh…………aku pun menghela nafas panjang.
“Kayaknya malam ini jam nya nggak jalan deh, masak daritadi masih segitu-segitu aja, masih di angka yang sama……” gumamku dalam hati. “Anjrit, pulsa abis lagi, padahal ini satu-satunya barang yang paling mujarab untuk dapat bertahan disini, ditengah-tengah makhluk-makhluk alien yang berwajah orang-orangan sawah. Kini lengkap sudah penderitaanku, terjebak dalam kebetean denagn pulsa kosong, itu artinya aku harus mlongo menunggu nasib seperti seorang narapidana yang pasrah menanti giliran dipancung.
Denagn sisa pulsa yang aku miliki aku berusaha sms jogan temenku, niatnya sih mau minta beliin pulsa hehehe
To : jogan
“Aku ge BT neh stadium 4, pulsa mepet tinggal ini doing”
Jogan pun membalasnya secepat kilat
From : jogan
Sabar buk….mangkel, BT, jengkel, males makin loe manja makin parah loe..!! malah entar loe stress sendiri dan bisa jengkel tanpa sebab, gawat loh phet…pikirin yang bagus2 aja”
Dalam hati aku ngomong “Anjrit, neh bocah nggak nyambung banget sih, gue dalam keadaan gawat di kelilingi marabahaya malah ngirim sms yang nggak mutu banget kayak gini”. Tapi kalau dipikir-pikir emang ada benernya juga sms jogan,heheheheh………
21.25 malam ini terasa dingin sekali atau emang karena AC nya kali ya hehehe…..tapi mataku nggak bisa di ajak kompromi lagi, makin redup aja mungkin hampir padam sebentar lagi……………
21.45 masih tetap sama, borring!!! Penyakit betenitipus makin merajalela, seluruh badan mati rasa, syaraf-syaraf otak kiri makin ngadat, apalagi pantat menjadi semakin tipis.
21.50 tit tit……….tit tit sms dari jogan sedikit meregangkan syaraf-syaraf ku
“phet, perkutut maknan lontong,cemberut………….senyum dunk!!!
Aku tersenyum manyun, tapi cukup untuk peregangan otot.
21.55 kurang 5 menit lagi neh…………..
21.53 masih belum bisa beranjak…………….
22.00 semakin BT, kok belum selesai-selesai tho???
22.05 kok belum selesai tho..?? aaaaaaaaaaaaaaaaaa kapan selesainya neh??
22.15 akhirnya aku pulang juga, alhamdulilah………………(^_^)

0 komentar:
Posting Komentar
makacieh za dah sudi membaca coretan ku ini......