Rss Feed

cinta halal apa haram

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh……

Jelas banyak yang terheran-heran jika saya katakan bahwa cinta merupakan perkara yang dianjurkan dalam islam. Tidak ada satu pun undang-undang yang melarang cinta, bahkan cinta adalah dasar pijakan bagi agama-agama, gak percaya????

Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam senang bercumbu rayu dan belaian kasih sayang dengan motif cinta. Dan cinta yang telah menimpa amnusia tidak perlu dikurangi atau dirusak, karena cinta adalah hal yang manusiawi.

Cinta adalah perkara mulia yang menguasai jiwa dan perasaan, tidak berdasar kesenangan syahwat manusia. Cinta mempunyai tujuan-tujuan syariah manusia, dan kaidah-kaidah serta pokok-pokok yang jelas, tidak seperti pemahaman dewasa ini yang syarat dengan kebohongan. Cinta tidak untuk bersenang-senang secara fisik, namun harus memakai metode-metode yang penuh kedamaian untuk menuju bertemunya dua hati dan dua jiwa, tidak sekedar bertemunya diantara dua fisik. Syari’at telah melindungi cinta, juga pokok-pokok agama, adn juga telah memberi batasan dan kriteria bagaimana carabercumbu rayu dan dikukuhkan oleh budaya masyarakat serta dasar-dasar agama.

TINGKATAN-TINGKATAN CINTA VERSI “Ibn HAZIM”

Pertama, Al Ihtihsan (pembenaran):

Seseorang yang memandangi dengan menatap mata lalu ia menyukainya. Artinya: proses awal terjadinya rasa cinta itu dimuali dari tatapan mata, dalam hal ini mata memepunyai fungsi yang amat besar. Matalah sebagai penolong seseorang pecinta di saat lidah bungkam,berat untuk berbicara maka berbicaralah mata seseorang itu.

Kedua, Al I’jaab (kagum):

Perasaan senang seorang pecinta terahdap kekasihnya dalam kedekatan. Saya bisa menyimpulkan bahwa kerinduan jiwa dimulai setelah berkali-kali melihat mata. Disini menjadi jelas pertemuan jiwa dan pemikiran seorang juga diawali dengan mata.

Ketiga, Al Ulfah (persahabatan, keramahan, dan daya tarik):

Perasaan kesepian terhadap kekasih jika tidak berada di sisinya. Jelaslah setelah menyatunay perasaan rindu dalam jiwa dan dalam hati, maka muncullah daya tarik tersendiri yaitu kesenduan kekasih ketika tidak di dekatnya. Maka terjadilah kesenduan itu atas kedua insan yang sama-sama merasakan dan mengalami percintaan, dan akan tampak keduanya mengalami kegoncangan begitu seolah-olah kehilangan keseimbangan.

Keempat, Al Kalf (cinta ayng menyala-nyala):

yaitu sebuah cerminan cinta yang mendalam,mendarah daging atau dengan kata lain “rindu” yang amat. Bisa saja letupan cinta yang menyala-nyala mendatangkan rasa sakit, kecemasan dan bimbang, bahkan bisa sampai pada kematian.

itulah persepsi cinta menurut pandangan islam, apabila ada penulisan kata saya minta maaf. Beli ketan campur selasih,cukup sekian dan terima kasih………

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh………

1 komentar:

i'm phet mengatakan...

ass".....
ciiieeeeeeeeeee bahasa u wek sok puitis u....
heheheheheheeheh

Posting Komentar

makacieh za dah sudi membaca coretan ku ini......